Yang pertama Thaksin Shinawatra, perdana menteri Thailand. Berasal dari keluarga kaya raya, Thaksin memulai karirnya sebagai businessman sebelum kemudian terjun ke politik.
Ia terpilih menjadi perdana menteri Thailand di tahun 2001. Di tahun 2005 ia terpilih lagi, tapi di 2006 di tengah maraknya tuduhan korupsi terhadap dirinya, junta militer Thailand melakukan kudeta ketika ia sedang berada di luar negeri [1].
Yang kedua adalah Manuel Zelaya, presiden Honduras. Sama seperti Thaksin, ia memulai karirnya sebagai businessman. Sama seperti Thaksin ia dikudeta oleh militer. Alasannya, ia hendak mengubah konstitusi yang akan membuka peluang baginya untuk terpilih lagi sebagai presiden di pemilu mendatang [2].
Jadi di suatu pagi, tentara 'menciduknya' dari instana kepresidenan dan ia diterbangkan keluar Honduras, ke Costa Rica [3].
Dua pemimpin, sama-sama dikudeta, sama-sama berada di pengasingan.
Bedanya?
Manuel Zelaya bersikeras untuk kembali ke Honduras, walaupun ia diancam akan ditahan bila menginjakkan kaki di sana. Pertama ia berusaha kembali dengan pesawat terbang, tetapi tidak bisa mendarat karena militer Honduras menutup runway [4].
Gagal menggunakan pesawat terbang, iapun menggunakan jalan darat. Naik mobil ke Nikaragua menuju perbatasan dengan Honduras, lalu menyeberangi perbatasan dengan jalan kaki. Setelah beberapa langkah melewati perbatasan, ia pun berhadapan dengan tentara yang melarangnya untuk terus maju.
Zelaya menceritakan percakapannya dengan tentara tersebut:
"The colonel told me, 'You can't cross the border.' I said, 'I can cross.' I crossed, shook his hand and asked for communications with his higher-ups," [5]
Ada yang bilang tindakannya ini hanya untuk publisitas. Hillary Clinton bahkan menyebut Zelaya bertindak 'gegabah' [6]. Tapi walau bagaimana, satu hal yang jelas adalah: Zelaya bukan penakut.
Bagaimana dengan Thaksin Shinawatra?
Menghindari tuduhan korupsi dan hukuman penjara, ia tinggal di Inggris. Setelah adanya keputusan pengadilan Thailand yang menghukumnya 2 tahun penjara, pemerintah Inggris pun mencabut visanya. Thaksin lalu pindah ke Dubai yang konon tidak mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Thailand [7].
Ketika gerakan 'red-shirts' (kaus merah) di Thailand melakukan protes anti pemerintah di April 2009, Thaksin mendukung para demonstran dan mengajak mereka untuk melakukan 'revolusi' [8].
Dari mana ajakan ini diserukan? Dari sebuah hotel mewah di Dubai [9].
Dua pemimpin, sama-sama dikudeta, sama-sama berada di pengasingan.
Dua pemimpin.
Sebuah kontras.
-----
Sumber:
[1] Wikipedia - Thaksin Shinawatra
[2] Wikipedia - Manuel Zelaya
[3] Wikipedia - 2009 Honduran constitutional crisis
[4] Sky News - Man Shot As Honduran Leader's Jet Blocked
[5] CNN - Ousted Honduran president returns to Nicaragua
[6] CBS News - Clinton Calls Zelaya Move 'reckless'
[7] Guardian - Fugitive Thaksin heads for Dubai after divorce from 'very close' wife
[8] The Australian - Fugitive Thaksin Shinawatra on move to Africa
[9] Youtube - Former Thai PM sees political crisis from Dubai - 14 Apr 09
ditunggu postingan terbarunya...
Viavi, 05 Sep 09, 20:05
Bila kami lama menelurkan posting, mohon maklum, kami bukan blogger profesional dan masih harus mencari nafkah, sehingga hanya bisa menulis di sela-sela.
Ditambah jumlah penulis yang tidak cuma satu orang, membuat satu tulisan cukup lama sebelum semua menganggap 'layak' untuk diposting.
Kami akan usahakan memasukkan posting baru secepatnya, supaya rekan Viavi tidak menunggu2.
Terimakasih sekali lagi.
Indonesia-anonymus, 07 Sep 09, 02:38
untuk jadi pemingpin kayaknya gampang Brur.
soale kan udah kodratnya dari Tuhan, kita itu pemingpin. juga banyaknya khursus, bahkan masuk kurikulum pake sks segala mengenai leadership, kepemingpinan..
tapi yang susah itu jadi rakyat.
kursusnya di mana? pembayar pajak itu gak ada sekolahannya..
:)
Mas Kopdang, 17 Sep 09, 05:34