Opini

Indonesia Mengecil

Ya, karena pemanasan global, luas wilayah Indonesia akan mengecil. Saat ini, seiring naiknya tinggi permukaan laut akibat pemanasan global, 8 dari 92 pulau terluar Indonesia semakin terancam. Pulau-pulau ini adalah Pulau Kepala, Dolangan, Manterawu, Fani, Fanildo, Brass, Laag and Nipah.

Walaupun kecil, pulau-pulau ini penting, karena pantainya menjadi patokan untuk menentukan batas teritori Indonesia. Jadi kalau satu dari pulau ini hilang, batas teritori Indonesia pun harus mundur. Alhasil, Indonesia mengecil.

Seberapa parahkah keadaannya? Sebuah survey di tahun 2004 menunjukkan bahwa ketika ketika air laut surut, luas pulau Nipah adalah 73.6 ha. Ketika pasang, luasnya 'hanya' 1.8 ha...

Itu tahun 2004, sementara itu permukaan air laut naik 1-8mm per tahunnya. Mungkin kita tidak harus menunggu lama sebelum pulau ini tenggelam ketika air laut pasang.
Ingat bahwa pulau Nipah digunakan untuk mengukur batas dengan Singapura.

Jakarta juga tidak luput dari resiko. Dan bahaya datang bukan cuma dari naiknya permukaan air laut. Kita penduduk Jakarta menyedot begitu banyak air tanah untuk keperluan sehari-hari, hingga permukaan tanah Jakarta turun 1-10 cm per-tahunnya.

Ini, ditambah dengan naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global, runyamlah jadinya.

"Itu salah pemerintah dong?" ujar seorang teman "Kalau pemerintah bisa menyediakan air bersih untuk warganya, kita tentunya tidak perlu repot-repot memompa air tanah...."

Ah, ya, itu lagi. Menyalahkan pemerintah. Tapi nanti dulu. Kenyataannya ternyata tidak sesederhana itu:

"Sumber air minum untuk Jakarta didapat dari bendungan Citarum. Ketika musim kemarau, tinggi air di bendungan ini bisa turun hingga di bawah 75m, dan pada kondisi ini pompa di bendungan tidak bisa dioperasikan dan pasokan air untuk diproses akan berhenti..."

Sementara itu, dengan pemanasan global, musim kemarau kita akan semakin panjang...

Jadi tampaknya kita akan terus menggunakan air tanah, dan tinggi tanah akan terus turun. Sementara itu permukaan laut akan terus naik.

Seberapa parahkah kondisinya? Kenaikan permukaan air laut sebanyak 0.25, 0.57 dan 1 cm per tahun akan menyebabkan area seluas 40, 45 dan 90km2 di Jakarta Utara terendam di tahun 2050.

Studi yang lain menunjukkan bahwa bila permukaan laut naik 0.5m, sementara permukaan tanah terus turun (karena kita terus menggunakan air tanah), maka Kosambi, Penjaringan, Cilincing di Jakarta Utara dan Muaragembong, Babelan, Tarumajaya di Bekasi akan tenggelam....

Kalau anda menginginkan 'waterfront' real estate, tentu bukan ini yang anda cari...

Lalu bagaimana dong? Adakah yang bisa dilakukan oleh rakyat jelata macam kita ini?

Tentu. Kita bisa mulai dari yang sederhana. Kelihatannya kecil, tapi kalau kita melakukannya bersama-sama, dampaknya tentu akan terasa juga:

Apa itu? Berhemat air.

Jangan biarkan kran terbuka ketika kita menggosok gigi, jangan jalankan mesin cuci bila belum penuh, gunakan air seperlunya ketika mencuci mobil/motor.

Dan periksa pipa-pipa di rumah, pastikan jangan ada yang bocor.

Air itu mahal. Lebih mahal dari biaya listrik untuk menjalankan pompa air.
Ingat-ingat ini ketika banjir datang melanda...

 

-----

Sumber:

MoE. 2007. Indonesia Country Report: Climate Variability and Climate Change, and their Implication. Ministry of Environment, Republic of Indonesia, Jakarta.

Asian Development Bank - The Economics of Climate Change in Southeast Asia: A Regional Review.

 

14 May 09, 05:49