Opini

Naik Kereta Api

Di Indonesia-Japan Expo 2008, negara Jepang memamerkan teknologi kereta super cepat mereka. Dikenal sebagai shinkansen, kereta ini melaju cepat (sampai 300 km per jam), nyaman dan hampir selalu tepat waktu.

Dan kitapun kepingin punya yang sama. Konon PT Industri Kereta Api (INKA) merencanakan untuk membuat shinkansen di tahun 2016 [1]. Konsultan transportasi Jepang sudah melakukan studi awal dan diharapkan Indonesia akan punya kereta super cepat di tahun 2020 [2].

Mungkin sekarang saatnya untuk berhenti bermimpi.

Sebelum bicara shinkansen mari kita lihat apa yang kita punya sekarang: PT Kereta Api, perusahaan kereta milik negara, melayani rute di pulau Jawa, Sumatera Selatan, Barat dan Utara.

Sudah. Itu saja. (Paling tidak begitulah menurut situs mereka [3]).

Itu berarti pulau Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau di Indonesia Timur lainnya tidak punya kereta api.

Toh kita kepingin punya shinkansen seperti Jepang.

Kalau ingin seperti Jepang, kenapa tidak meniru yang ini:
Jalur kereta api di Jepang terbentang dari ujung utara ke ujung selatan negeri itu. Anda bisa naik kereta api dari Hokkaido (di Utara) ke Kyushu (di Selatan) [4].
Apakah semua ini dilayani oleh shinkansen? Jelas tidak. Di rute-rute rural penumpangnya tidak banyak. Melayani dengan kereta super cepat tidak akan menguntungkan. Daerah-daerah ini dilayani oleh apa yang disebut 'one man train', yaitu satu gerbong (yang sekaligus jadi lokomotif), dioperasikan oleh satu orang sebagai masinis dan merangkap sebagai kondektur yang berdiri di pintu dan memeriksa karcis ketika penumpang naik turun.

Kereta ini jauh dari cepat, dan berhenti di setiap stasiun, yang di beberapa tempat adalah stasiun-stasiun kecil yang tidak dijaga karena hanya melayani satu desa berpopulasi rendah.(Menugaskan satu karyawan untuk menjaga stasiun sekecil itu tidak menguntungkan perusahaan kereta.)

Tapi paling tidak daerah-daerah ini dilayani oleh jalur kereta api.

Sebelum kita bicara shinkansen, apakah tidak lebih baik kalau kita memfokuskan perhatian kita terhadap hal ini terlebih dulu? Indonesia kan bukan cuma pulau Jawa atau Sumatra.

Membangun jalur kereta api adalah seperti membuka urat nadi baru untuk negeri ini. Dengan kereta penumpang dan barang bisa ditransportasikan dengan lebih cepat, mudah dan murah. Kita selalu bicara betapa daerah timur Indonesia begitu ketinggalan secara ekonomi. Ini-lah salah satu penyebabnya. Bagaimana kita bisa menjadi makmur kalau untuk bepergian dari satu kota ke kota lainnya begitu susah dan mahal? Bagaimana mungkin produk hasil pertanian, perkebunan dan industri kita bisa bersaing kalau hanya untuk membawanya ke kota lain sudah memakan biaya sangat tinggi?

Bangun jaringan kereta api dan layani jalur-jalur tersebut dengan baik. (baik dalam arti tepat waktu, aman dan bersih).

Kalau itu saja tidak bisa, apa masih perlu kita bicara shinkansen?

Oh ya, satu lagi: Dengan kemampuan kita sekarang mengoperasikan kereta api, apa menurut anda yang akan terjadi bila kita punya shinkansen?

Membayangkannyapun kami sudah tidak berani.

----------------
Sumber:
[1] Kompas - Kapan Indonesia Punya Shinkansen?
[2] Kompas - Jepang Mulai Kaji KA Super Cepat Di Indonesia
[3] PT Kereta Api - Peta Perjalanan Kereta Api
[4] Japan Railways Group - timetable and fares
18 Nov 08, 10:33